materi kelompok 1 Public Relations



PUBLIC RELATION
“SEJARAH, DEFINISI DAN TUJUAN PUBLIC RELATION”



Oleh :
1.     SARI DWI SURYANI

1510861022
2.     MELDIA SYAPUTRI

1510861025
3.     ATIKA

1510861026
4.     MAISIX DELA DESMITA

1510862026





/storage/emulated/0/.polaris_temp/image1.png


Jurusan Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Andalas

 





BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Makalah yang berjudul Public relation ini ditulis dikarenakan kurangnya pemahaman mahasiswa, terutama mahasiswa baru, yang baru mengenal mata kuliah ini. Selain itu, bagi para mahasiswa baru, public relation ini merupakan salah satu mata kuliah yang akan mengantarkan mereka kepada konsentarsi nanti, oleh karena itu, makalah ini ditulis.

1.2  Tujuan
Makalah ini ditulis bertujuan agar pengetahuan masiswa mengenai public relation dapat dipenuhi, sehingga mereka mampu menjadi orang yang bekerja pada bidang ini dengan baik dan mampu berpikir kritis dengan isu-isu yang berada dalam kenyataan masyarakat saat ini.

1.3  Rumusan Masalah
Bagaiaman sejarah public relation?
Apa definisi public relation?
Aapa tujuan dari public relation?


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Public Relation
      Public Relation atau yang lebih dikenal dengan hubungan masyarakat merupakan suatu bidang baru yang dikenal oleh masyarakat Indonesia. Namun, lahirnya public relation di Negara Amerika seperti yang dipraktekkan sekarang berhubungan erat dengan kemajauan-kemajuan dalam berbagai bidang, baik itu bidang industri, teknik, politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan. Dimana disetiap bidang tersebut membutuhkan kerjasama untuk kepentingan bersama. Misalkan, kemajuan dalam bidang pendidikan, dimana setiap orang memilki pemikiran yang kritis sehingga memilki rasa ingin mempertahankan pendapat-pendapat mereka masing-masing, terkadang hal inilah yang membuat kekacauan diantara mereka.
      Maka dari itu, disinilah letak posisi bidang public relation agar tercipta kerjasama.
      Sejarah munculnya public relation yang timbul sebagai bidang yang terorganisir tidak jelas hingga sekarang. Hal ini disebabkan tidak adanya catatan resmi yang menunujukkan dengan pasti. Namun dari sejarah-sejarah yang berada didunia ini, sebenarnya public relation ini telah diaplikasikan sejak berabad-abad lalu.
Misalkan, pada zaman Neotlithic, apabila seseorang menghubungi orang lain untuk menjual atau menukar barang hasil usahanya dengan barang lain kepada orang yang membutuhkan, menurut ilmu pengetahuan saat ini, kegiatan yang demikian dapat dikatakan sebagai kegiatan public relation, artinya, pada zaman dahulu pun orang sudah mempraktikkan. (Saputra dan Nasrullah, 2011: 8) 
Contoh lain adalah ketika Cleopatra dengan segala kemegahan seorang ratu menyambut Mark Anthony ditepi sungai nil, artinya saat itu Cleopatra juga mempraktikkan public relation, ketika mereka mengadakan suatu hubungan yang sifatnya menyenangkan dan menguntungkan kedua belah pihak. Menurut Gleen dan Denny Grisword (dalam Saputra dan Nasrullah, 2011 : 8).
Contoh lainnya adalah di negara Inggris pada masa raja menggunakan Lords Chancellor sebagai “Penjaga Hari Nurunani Raja” artinya, pada masa ini terlihat bahwa adanya kebutuhan terhadap pihak ketiga untuk memfasilitasi komunikasi penyesuain antara pemeritah dan rakyatnya. Cutlip (dalam Nurjaman dan Umam, 2012 : 102)
      Perkembangan public relation yang mulai terorganisir dimulai saat pasca revolusi industri, dimana saat itu telah terjadi perubahan besar dalam kehidupan manusia, penemuan-penemuan baru, alat-alat teknik yang lebih efisien, dan tenaga manusia diganti oleh tenaga mesin. Hal inilah yang mengakibatkan timbulnya over produksi dan masalah-masalah baru/ tenaga buruh dianggap sama dengan tenaga mesin dan public hanya dipandang sebagai tempat mengejar keuntungan, semata-mata tempat pelemparan hasil produksi, dan kepentingan public sama sekali tidak diperhatikan.
      Pandangan yang demikian telah mengakibatkan putusnya hubungan antara majikan dan buruh, sehinga menimbulkan sikap publik yang tidak menguntungkan bagi kelangsungan hidup perusahaan, dan timbullah rasa kecemasan kaum industrialis akan bahaya keruntuhan mereka.
      Atas dasar inilah, muncul pemikiran  untuk memperbaiki dan mengadakan hubungan kembali dengan mereka dan timbul pandangan positif terhadap kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan dan menguntungkan perusahaan, maka dibutuhkan suatu badan yang menghubungkan para industrialis dengan buruh/bawahan. Dan perancanaan pemikiran perusahaan tersebut terwujud dalam suatu badan dalam bidang komunikasi yang dinamkan public relation , suatu bagian yang terorganisir dan dipraktikkan sekarang.
2.2 Definisi Public Relation
Sebanyak 2000 orang termuka dalam bidang public relations telah melakukan survey yang diadakan di Amerika Serikat dan telah mengemukakan definisi mereka tentang public relations. Dari definisi-definisi yang mereka sampaikan diantaranya terdapat anggapan-anggapan, bahwa public relations itu adalah suatu ilmu; sistem; seni; fungsi; proses; profesi; metoda; kegiatan; dsb. 
Mereka mengambil tiga definisi yang mereka anggap yang terbaik dari definisi definisi yang disampaikan itu:
a.      Definisi J.C., Seidel
Public Relations adalah proses yang kontinu dari usaha-usaha manajemen untuk memperoleh goodwill langganannya, pegawainya dan publik umumnya; ke dalam dengan mengadakan anlisa dan perbaikan-perbaikan terhadap diri sendiri, keluar dengan mengadakan pernyataan-pernyataan.
b.      Definisi W. Emerson Reck
Public Relations adalah kelanjutan dari proses penetapan kebijaksanaan, penentuan pelayanan-pelayanan dan sikap yang disesuaikan dengan kepentingan orang-orang atau golongan agar orang atau atau lembaga itu memperoleh kepercayaan dan goodwill dari mereka. Kedua, peleksanaan kebijaksanaan, pelayanan dan sikap adalah untuk menjamin adanya pengertian dan penghargaan yang sebaik-baiknya.
c.       Definisi Howard Bonham
Public Relations adalah suatu seni untuk menciptakan pengertian public yang lebih baik, yang dapat memperdalamkepercayaan public terhadap seseorang atau sesuatu organisasi, badan, lembaga atau perusahaan.
            Beberapa definisi lain, di antaranya.
            J.H. Wright dalam bukunya Public Relations is Management (1949:3) mengemukakan: “Public Relations yang modern adalah suatu rencana tentang kebijaksanaan dan kepemimpinan yang akan menanamkan kepercayaan public dan menambah pengertian mereka).
            J.C. Hooftman menyatakan bahwa: Untuk membangkitkan opini public yang positif terhadap sesuatu badan public, harus diberi penerangan-penerangan yang lengkap dan objektif mengenai kegiatan-kegiatan yang menyangkut kepentingan mereka, sehingga dengan demikian timbul pengertian daripadanya.
            Sedangkan menurut Harlow melihat definisi itu beragam, dari yang sederhana sampai yang rumit. Beberapa definisi yang lebih ringkas adalah:
1.      Penampilan bagus, dihargai masyarakat.
2.      PR adalah singkatan Performance – penampilan dan Recognition – pengakuan.
3.      Bekerja dengan baik, sehingga mendapat pujian.
4.      Tindakan yang diambil untuk menunjang hubungan yang menguntungkan dengan masyarakat umum.
5.      Usaha – usaha organisasi untuk mendapatkan kerja sama dari sekelompok orang.

            Jadi berdasarkan definisi-definisi tersebut terdapat beberapa inti dari public relations yakni: good-will, kepercayan, penghargaan pada dan dari publik sesuatu badan khususnya dan masyarakat umumnya. Dalam public relations terdapat usaha unutk mewujudkan hubungan yang harmonis antara sesuatu badan dengan publicnya , usaha untuk memberikan atau menanamkan kesan yang menyenangkan, sehingga akan timbul opini public yang menguntungkan bagi kelangsungan hidup badan tersebut.
            Istilah publik atau “public” dalam bahasa inggris tidak mempunyai arti yang sama denga istilah “masyarakat” atau “society” dalam bahasa inggris. Atas dasar pengertian-pengertian tadi maka istilah public relations yang diterjemahkan dengan hubungan masayarakat pada hakikatnya adalah kurang tepat.
            Dengan pengertian di atas tadi, maka public relations pada dasarnya berfungsi untuk menghubungkan public-public atau pihak-pihak yang berkepentingan di dalam instansi atau perusahaan. Hubungan yang efektif anatar pihak-pihak yang berkepentingan itu adalah penting sekali demi tercapainya kepentingan dan kepuasan bersama.

2.3 Tujuan Public Relation
Tujuan utama public relation adalah untuk memengaruhi perilaku orang secara individu ataupun kelompok saat saling berhubungan, hal ini melalui dialog dengan semua golongan serta persepsi, sikap dan opininya terhadap suatu kesuksesan sebuah perusahaan.
Menurut Rosady Ruslan (dalam Nurjaman dan Umam, 2012:113), tujuan dari public relation itu adalah berikut:
1.      Menumbuh kembangkan citra perusahaan yang positif untuk public eksternal atau masyarakat dan konsumen.
2.      Mendorong tercapainya saling pengertian antara public sasaran dan perusahaan.
3.      Mengembangkan sinergi fungsi pemasaran dengan public relation.
4.      Efektif dalam membangun pengenalan merk dan pengetahuan merk.
5.      Mendukung bauran pemasaran.
Menurut Jefkins (dalam Nurjaman dan Umam, 2012:113), mendefinisikan ujuan public relation sebagai berikut:
1.      Mengubah citra umum di mata masyarakat sehubung dengan adanya kegiatan-kegiatan baru yang dilakukan oleh perusahaan.
2.      Meningkatkan bobot kualitas para calon pegawai.
3.      Menyebarluaskan cerita sukses yang sudah dicapai oleh perusahaan kepada masyarakat dalam rangka mendapatkan pengakuan.
4.      Memperkenalkan perusahaan pada masyarakat luas serta membuka pasar baru.
Menurut Saputra dan Nasrullah (2011:50) mengatakan bahwa dapat disimpulkan beberapa peran utama dari public relation yang pada intinya adalah sebagai berikut:
a.       Sebagaimana communicator atau penghubung antara organisasi atau lembaga yang diawali dengan publiknya. Proses pada tahap ini berlangsung dalam dua arah timbal balik (two way traffic reciprocal communication). Dalam hal ini . di satu pihak melakukan fungsi komunikasi berlangsung dalam bentuk penyampaian pesan dan menciptakan opini public.
b.      Membina relationship, yaitu berupaya membangun hubungan yang positif dan saling meguntungkan dengan pihak publiknya. Hal ini terkhusus dalam menciptakan rasa saling mempercayai dan saling memperoleh manfaat bersama antara lembaga atau organisasi perusahaan dan publiknya.
c.       Peranan back up management, yakni sebagai pendukung dalam fungsi manajemenorganisasi suatu perusahaan. Menurut teori, proses ini melewati tahapan POAC, yaitu singkatan dari planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (penggiatan), dan controlling (pengawasan).
d.      Membentuk corrate image, artinya peranan public relation berupaya menciptakan citra bagi organisasi atau lembaganya. Tahapan ini merupakan tujuan (goals) akhir dari suatu aktivitas public relation. Karena personal relations mempunyai perana yang cukup besar dalam melakukan kampanye public relation, untuk meningkatkan kesadaran, pengertian dan pemahaman tentang aktivitas dari perusahaan atau lembaga tersebut, termasuk mengenai sikap yang baik, toleransi, saling mempercayai, saling menghargai sehingga pada akhirnya menciptakan citra yang baik.




BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
      Public Relation merupakan suatu bidang baru yang dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan sebutan Hubungan Masyarakat, bidang ini bertugas untuk menghubungkan dua belah pihak agar tercipta hubungan yang baik dengan berbagai cara, oleh karena itu public relation ini juga sering disebut dengan ilmu mempengaruhi orang lain agar bertindak sesuai kehendak kepentingan, namun mengentungkan kedua belah pihak.

3.2 Saran
Penulis mengharapkan saran dari pembaca karena penulisan makalah ini masih terdapat kekurangan, oleh karena itu, dingharapakan agar penulis selanjutnya dapat melengkapi kekurangan tersebut.
Daftar Pustaka
Nurjaman, Kadar dan Khaerul umam. 2012. Komunikasi dan Public Relation. Bandung : CV. Pustaka Setia.
Saputra, Wahidin dan Rulli Nasrullah. 2011. Publik Relations 2.0: Teori dan Praktik Public Relation di era Cyber. Depok : Gramata Publishing.

Komentar